Jika kamu seorang pemilik atau pengelola properti, kamu pasti akan berurusan dengan penghuni yang sulit pada satu titik. Itu bagian dari pekerjaan, tapi itu tidak berarti harus menjadi mimpi buruk. Dengan pendekatan yang tepat, kamu dapat menangani bahkan penghuni yang paling menantang dengan tenang dan profesional.
Cara mengidentifikasi penghuni yang sulit
Tidak semua penghuni diciptakan sama. Beberapa mungkin hanya menuntut atau membutuhkan banyak perawatan, sementara yang lain mungkin lebih mengganggu atau bahkan sering membuat konflik. Berikut adalah beberapa tanda bahwa kamu berhadapan dengan penghuni yang sulit:
- Mereka selalu terlambat membayar sewa.
- Mereka membuat banyak permintaan pemeliharaan, bahkan untuk hal-hal sepele.
- Mereka mengeluh tentang segala hal, bahkan hal-hal yang tidak dapat kamu kendalikan.
- Mereka kasar kepada kamu dan penghuni lainnya.
- Mereka melanggar aturan, seperti menyewakan kembali tanpa izin atau memiliki hewan peliharaan yang tidak sah.

Cara berkomunikasi dengan penghuni yang sulit
Saat berkomunikasi dengan penghuni yang sulit, penting untuk tetap tenang dan profesional. Jangan berdebat atau mulai emosional. Sebaliknya, fokuslah untuk berkomunikasi dengan jelas dan ringkas.
Berikut adalah beberapa tips untuk berkomunikasi dengan penghuni yang sulit:
- Langsung dan jujur. Tidak perlu bertele-tele.
- Spesifik. Tnjukkan contoh spesifik perilaku mereka yang mengganggu.
- Tegas tapi adil. Jangan biarkan mereka menginjak-injak kamu, tetapi jangan juga berlaku kasar.
- Bersedia mendengarkan. Bahkan jika kamu tidak setuju dengan mereka, penting untuk memberi mereka kesempatan untuk menjelaskan diri mereka sendiri.
Cara menetapkan ekspektasi yang jelas
Setelah kamu mengidentifikasi perilaku penghuni yang menyebabkan masalah, penting untuk menetapkan ekspektasi yang jelas. Ini berarti menjelaskan kepada penghuni perilaku apa yang dapat diterima dan apa yang tidak.
Bersikaplah spesifik saat menetapkan ekspektasi. Misalnya, jangan hanya mengatakan, "Diamlah." Sebaliknya, katakan, "Tingkat kebisingan harus di bawah 60 desibel antara pukul 10 malam dan 7 pagi."
Penting juga untuk bersikap spesifik dan realistis saat menetapkan ekspektasi. Misalnya, jangan berharap penghuni mengubah perilakunya dalam semalam. Sebaliknya, mulailah dengan menetapkan tujuan-tujuan kecil dan secara bertahap tingkatkan ke tujuan yang lebih besar.

Cara menegakkan ketentuan sewa
Jika penghuni terus melanggar ketentuan sewa, kamu mungkin perlu mengambil tindakan penegakan hukum. Ini bisa melibatkan mengeluarkan peringatan, mengenakan biaya keterlambatan, atau bahkan mengusir penghuni.
Sebelum mengambil tindakan penegakan hukum apa pun, pastikan untuk membaca perjanjian sewa dengan cermat. Kamu ingin memastikan bahwa kamu mengikuti ketentuan sewa dan hukum.
Contoh
Katakanlah kamu memiliki penghuni yang selalu terlambat membayar sewa. Kamu sudah mencoba berbicara dengan penghuni tentang masalah tersebut, tetapi mereka tidak berusaha mengubah perilaku mereka.
Dalam hal ini, kamu mungkin perlu mengambil tindakan penegakan hukum. Kamu bisa mulai dengan mengeluarkan peringatan tertulis kepada penghuni. Jika penghuni masih terlambat membayar sewa setelah peringatan, kamu dapat mengenakan biaya keterlambatan. Dan jika penghuni terus terlambat membayar sewa, Ankamuda mungkin perlu mengusir mereka.
Kesimpulan
Berurusan dengan penghuni yang sulit dapat menjadi tantangan, tetapi penting untuk diingat bahwa kamu tidak sendirian. Ada sumber daya yang tersedia untuk membantu kamu, seperti asosiasi pemilik rumah dan pengadilan penghuni-pemilik.
Artikel ini disediakan oleh Nextlivin, untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana Nextlivin dapat membantu dalam mengelola properti kamu dengan efisien, kunjungi situs web kami.
Jangan lupa untuk mengikuti kami di Instagram, Facebook, Twitter, Linkedin, TikTok untuk konten lainnya.




































