Mengelola sebuah gedung bukan hanya soal menyewakan ruang dan menjaga fasilitas tetap berjalan. Di balik layar, ada proses maintenance gedung yang menentukan apakah biaya operasional tetap efisien atau justru membengkak tanpa terkendali.
Banyak pengelola properti sering menganggap perawatan gedung hanyalah rutinitas.
Padahal, kesalahan kecil dalam maintenance gedung bisa menyebabkan kerugian besar dalam jangka panjang—mulai dari perbaikan darurat yang mahal, downtime fasilitas, hingga menurunnya kepuasan tenant.
Artikel ini akan membahas 5 kesalahan maintenance gedung yang paling sering terjadi beserta cara menghindarinya, agar Anda bisa mengelola gedung lebih hemat, efisien, dan nyaman untuk semua penghuni.

Apa Itu Maintenance Gedung?
Sebelum membahas kesalahan, mari pahami dulu apa yang dimaksud dengan maintenance gedung.
Maintenance gedung adalah serangkaian aktivitas perawatan, perbaikan, dan pengelolaan fasilitas untuk menjaga bangunan tetap berfungsi optimal, aman, dan nyaman digunakan.
Kegiatan ini bisa mencakup:
- Pemeriksaan rutin (AC, listrik, plumbing)
- Perbaikan kerusakan
- Pembersihan dan perawatan area umum
- Peningkatan sistem keamanan dan keselamatan
Menurut International Facility Management Association (IFMA), biaya maintenance yang terencana dengan baik bisa mengurangi hingga 50% potensi kerugian akibat kerusakan mendadak.

Baca Juga: Apa Itu Preventive Maintenance? Pengertian, Strategi & Contoh
5 Kesalahan dalam Maintenance Gedung (Dan Cara Menghindarinya)
1. Mengabaikan Maintenance Preventif
Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah hanya melakukan perbaikan ketika sudah ada kerusakan. Padahal, maintenance preventif (pencegahan) jauh lebih murah dibandingkan perbaikan darurat.
Contoh:
- Tidak membersihkan filter AC secara rutin → biaya listrik melonjak + kerusakan mesin.
- Tidak mengecek panel listrik → risiko korsleting dan kebakaran.
Cara menghindari: Buat jadwal maintenance berkala (monthly/quarterly). Gunakan aplikasi manajemen gedung agar semua jadwal tercatat otomatis.
2. Tidak Punya Catatan & Data Maintenance
Banyak pengelola masih mengandalkan “ingat-ingatan” dalam urusan maintenance. Akibatnya, riwayat perbaikan tidak terdokumentasi, sehingga biaya tak terkendali.
Contoh: Satu gedung apartemen di Jakarta menghabiskan hingga 20% lebih banyak biaya listrik per bulan karena tidak pernah mencatat jadwal servis genset.
Cara menghindari: Gunakan sistem digital untuk mencatat setiap pengaduan, perbaikan, dan biaya. Dengan data, Anda bisa menganalisis pola kerusakan dan mencegah pengeluaran sia-sia.

Baca Juga: Kebocoran di Plafon: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
3. Over-Maintenance (Perawatan Berlebihan)
Tidak semua peralatan butuh dicek setiap minggu. Over-maintenance juga bisa membuang waktu, tenaga, dan biaya.
Contoh: Melakukan penggantian oli genset lebih cepat dari standar pabrikan → biaya ekstra tanpa manfaat berarti.
Cara menghindari: Ikuti rekomendasi pabrikan dan standar industri. Bedakan peralatan yang butuh high-frequency check dengan yang cukup dicek tahunan.
4. Kurangnya Pelatihan Teknisi & Staff
Gedung bisa punya sistem canggih, tapi jika teknisinya tidak paham, kerusakan kecil bisa jadi besar.
Contoh: staff salah mengoperasikan chiller → biaya perbaikan miliaran rupiah.
Cara menghindari: Investasikan training berkala untuk staff. Sertifikasi teknisi bisa jadi investasi jangka panjang yang menghemat biaya kerusakan.
Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyediakan sertifikasi teknisi gedung di Indonesia.

Baca Juga: 4 Cara Menghemat Biaya Manajemen Properti
5. Tidak Memanfaatkan Teknologi
Di era digital, masih banyak gedung yang mengandalkan manual (buku catatan, Excel). Akibatnya, banyak pengeluaran tak tercatat dan laporan lambat.
Cara menghindarinya adalah dengan menggunakan aplikasi pengelolaan gedung untuk:
- Tracking pengaduan tenant
- Monitoring jadwal maintenance
- Otomatisasi laporan keuangan dan operasional
Dengan teknologi, pengelolaan gedung jadi lebih transparan, cepat, dan hemat biaya.
Kesimpulan
Kesalahan maintenance gedung sering kali berawal dari hal sederhana: tidak adanya sistem, kebiasaan menunda, atau tidak teraturnya catatan perawatan. Jika dibiarkan, biaya bisa membengkak hingga ratusan juta per tahun.
Dengan strategi yang tepat—preventif, pencatatan data, training staff, dan pemanfaatan teknologi—Anda bisa mengelola gedung dengan lebih efisien, aman, dan nyaman.
Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati. Maintenance yang cerdas bukan sekadar menghemat biaya, tapi juga meningkatkan kepuasan tenant dan nilai properti jangka panjang.
Nextlivin, Solusi Digital untuk Maintenance Gedung
Jika Anda ingin menghindari kesalahan-kesalahan di atas, Nextlivin hadir sebagai solusi modern untuk pengelolaan gedung. Dengan aplikasi ini, Anda bisa:

- Mengatur jadwal maintenance otomatis
- Menerima pengaduan tenant real-time
- Memantau billing & laporan keuangan
- Meningkatkan keamanan dan transparansi
Jadikan pengelolaan gedung Anda lebih efisien dan hemat biaya. Kunjungi beranda Nextlivin untuk konsultasi dan demo gratis, atau hubungi kami langsung di 0818-958-899.

Artikel ini disediakan oleh Nextlivin, untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana Nextlivin dapat membantu dalam mengelola properti kamu dengan efisien, kunjungi situs web kami.




































